Keindahan L’arc de Triomphe Paris di Kediri

Keindahan L’arc de Triomphe Paris di Kediri – Kota Kediri merupakan kota yang berada di daerah Jawa Timur, kota yang terkenal sebagai kota tahu ini memiliki aneka ragam tempat wisata yang menarik. Saat ini pemerintah daerah kota Kediri sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikan kotanya sebagai kota wisata dan pendidikan dengan memiliki slogannya “SOWAN KEDIRI”.

Keindahan L’arc de Triomphe Paris di Kediri
Keindahan L’arc de Triomphe Paris di Kediri. Sumber indonesiawisatanic.blogspot

Dengan adanya slogan tersebut membuat pemerintah daerah Kediri lebih mengembangkan kembali objek wisatanya. Salah satu objek wisata yang bisa Anda nikmati jika berkunjung ke kota Kediri adalah Monumen Simpang Lima Gumul atau SLG. Monumen yang sangat persis dengan L’Arch de Triomphe di Paris ini biasa diberi nama oleh orang asli Kediri dengan menyebutnya Kakbah Kediri. Lokasi objek wisata Monumen Simpang Lima Gumul ini hanya berjarak 6 km dari pusat kota Kediri.

Tujuan Utama dari Pembangunan Monumen Simpang Lima Gumul

Pemerintahan daerah mempunyai tujuan utama dalam membangun monumen ini, yaitu untuk memberikan dan meningkatkan penyegaran di dalam dunia pariwisata kota Kediri.

Gaya Arsitektur dari Monumen Simpang Lima Gumul

Bangunan yang menjadi ciri khas dari kota Kediri ini dibangun pada tahun 2003 dan baru diresmikan di tahun 2008. Monumen yang mewah ini berada di Desa Tugurejo tepatnya di pertemuan lima jalan yang menuju ke Pagu, Pare, Plosoklaten, Pesantren, dan Gampengrejo.

Monumen Simpang Lima Gumul pada saat ini menjadi pusat dari perdagangan baru dan ekonomi di Kediri. Lokasinya yang sangat strategis dengan dilengkapi adanya convention hall dan gedung serba guna, gedung pertemuan, pasar temporer, Bank daerah hingga terminal bus antar kota membuat monumen ini menjadi salah satu kawasan yang harus Anda kunjungi jika berkunjung ke Kediri. Selain itu jika Anda berkunjung pada hari Sabtu-Minggu di lokasi ini terdapat fasilitas rekreasi wisata air dengan nama Water Gumul Paradise Island.

Keunikan lain dari Simpang Lima Gumul ini dengan Anda memuterinya maka melihat bentuk kotak yang seperti kakbah. Monumen Simpang Lima Gumul memiliki luas bangunan sekitar 37 hektar dengan tingginya 25 meter. Bangunan ini terdiri dari 6 lantai dengan adanya 3 tangga yang memiliki tinggi 3 meter. Angka dari luas dan tinggi monumen ini merupakan simbol dari tanggal, bulan dan tahun hari jadinya kota Kediri.

Monumen Simpang Lima Gumul

Setiap sisi dari monumen terdapat relief yang menggambarkan sejarah kota Kediri mulai dari kebudayaannya hingga keseniannya. Di salah satu bagian dari monumen tersebut terdapat sebuah patung Ganesha yang merupakan Dewa Kecerdasan dan Pengetahuan, Dewa Penolak Bala, Dewa Pelindung dan Dewa Kebijaksanaan.

Jika Anda menuju ke dalam bangunan dari monumen ini, maka akan ada ruang yang digunakan sebagai pertemuan di bagian auditorium lantai atas dengan bentuk yang hampir sama seperti kubah di bagian atapnya. Selain itu ada juga ruang serba guna dibagian bawah tanah dengan di lengkapi adanya minimarket.

Keindahan L’arc de Triomphe Paris di Kediri

Monumen Simpang Lima Gumul selalu ramai akan pengunjung terutama jika di malam hari. Disini banyak pedagang yang menjajakan dagangannya. Pada hari Sabtu dan Minggu lokasi disini digunakan sebagai sarana kegiatan olah raga dan rekreasi. Di sekitar sini pun telah ada hotel, mall, dan pertokoan yang menjual cinderamata khas Kediri. Untuk informasi mengenai hotel yang ada di sini, anda bisa melihat di situs pemesanan hotel Traveloka.com

Jika Anda membawa kendaraan pribadi di monumen ini telah disediakan fasilitas parkir yang sangat luas sehingga memudahkan para pengunjung. Selain itu ada juga lorong bawah tanah yang menjadi penghubung area tempat parkir dengan monumen agar Anda tidak harus menyeberangi jalan. Dengan luasnya jalan di sisi utara dari monumen ini terkadang suka terlihat adanya aktifitas balapan liar.

Dengan keindahan dan kemegahan dari monumen Simpang Lima Gumul ini ada kekurangannya. Terlihat sangat gersang sekali di siang hari karena kurangnya tanaman yang tumbuh di wilayah ini dan hanya ditumbuhi oleh tanaman kepala sawit. Dan terkadang adanya beberapa motor yang terparkir di bagian dalam monumen yang memberikan kesan kumuh.

Terkadang di monumen ini menjadi salah satu lokasi yang bisa digunakan untuk mengadakan event tertentu di Kediri. Salah satu contohnya adalah Jambore Nasional VW yang saat itu merupakan event terbesar yang diselengarakan di monumen ini. Selain itu juga adanya event lainnya seperti lomba drag race, mewarnai, pentas seni produk unggulan Kediri dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *